Sejarah Kerajaan Samudera Pasai Beserta Benda Peninggalan Sejarah

Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam yang berada di pesisir pantai utara Sumatera, yang berada di sekitar kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, Provinsi Aceh, Indonesia. Kerjaan ini didirikan oleh Marah Silu yang bergelar Sultan malik as-Saleh, yang berada di sekitar tahun 1267. Kerajaan ini telah berhasil membangun peradaban gilang gemilng di bumi nusantara, tepatnay di tanah yang berjuluk “Serambi Makkah” tersebut. Menurut Marco Polo, raja pertama kerajaan Samuderai Pasai tersebut, yaitu Marah Silu atau Sultan Malik al-Saleh (1285-1297).

Pusat pemerintahan kerajaan ini berada di antara Krueng Jambo Aye (Sungai jambu Air) dengan Krueng Pase (Sungai Pasai) Aceh Utara. Menurut Ibnu Batuthah yang menghabiskan dua minggu di Pasai ini menyebutkan bahwa kerajaan ini tidak memiliki benteng pertahanan dari batu, tetapi telah memagari kotanya dengan kayu, yang berjarak beberapa kilometer dari pelabuhannya. Melalui petualangan Muslim Ibnu Batutah pada masa pemerinthan ini juga telah memiliki hubungan diplomatik dengan Cina.

Kerajaan yang memiliki letak geografis yang strategis serta berbataan dengan Selat Malaka dan berada pada jalur perdagangan Internasional melalui Samudera Hindia antara Jazirah Arab, India, dan Cina. Pada kesempatan ini kami akan mengategorikan sejumlah peninggalan kerajaan Samudera Pasai yang harus kalian ketahui.

Benda peninggalan Sejarah kerajaan Samudera Pasai

1. Mata Uang Emas

Dalam Ying Yai Sheng karya Ma Huan, sang juru tulis dan penerjemah Laksamana Muslim Ceng Ho, menyebutkan mata uang keueh dari timah. Di mana 1 dinar setara dengan 1.600 keueh. Pasai ini telah mencetak dinar pertamanya pada masa Sultan Muhammad (1297 – 1362) dengan satuan emas yang sepadan dengan 40 grains atau 2.6 gram. Dirham ini sendiri tetap berlaku sampai bala tentara Nippon mendarat di Seulilmeum, Aceh Besar pada tahun 1942. Di Sumatera Barat ini sendiri dijumpai pemakaian satuan mas, dimana 1 mas setara dengan 2.5 gram sebagai unit jual beli, terutama untuk tanah.

2. Hikayat Raja Pasai

Selanjutnya adalah Hikayat Raja Pasai yang merupakan karya sastra sejarah. Hikayat ini merupakan satu-satunya peninggalan sejarah zaman kerajaan Pasai. Dalam naskah ini diceritakan peristiwa yang terjadi antara 1250-1350 M. Zaman ini merupakan masa pemerintahan Raja Meurah Siloo yang kemudian masuk agama Islam. Menurut Dr Russel Jones, hikayat ini ditulis pada abad ke-14 yang mencakup masa dari berdirinya Kesultanan Samudera Pasai sampai penaklukannya oleh Kerajaan majapahit. Hikayat ini merupakan salah satu sumber mengenai cerita masuknya Islam ke Sumatera.

3. Batu Nisan Malik as-Saleh

Dan benda kuno peninggalan sejarah lainnya ialah batu nisan Sultan Malikus Saleh yng berada di Kompleks Makan Sultan Malikus Saleh, Desa beuringin, Samudera, Aceh Utara, Provinsi Naggroe Aceh Darussalam. Batu nisan laain juga berada di komplek ini yaitu batu nisan Sultan Malikus Zahir, putra dan penerusnya. Batu nisan ini memperlihatkan peralihan dari pengaruh arsitektur Buddhis ke pengaruh arsitektur Islam. Dari ornamen Nisan ini terlihat bahwa batu ini berasal dari Gujarat (India). Hal ini berarti kerajaan Samudera Pasai bersifat terbuka dalam menerima budaya lain, yaitu memadukaan budaya Islam dengan India.

Nah itu dia beberapa daftar benda peninggalan sejarah kerajaan Samudera Pasai yang wajib kalian ketahui. Benda kuno peninggalan sejarah kerajaan di atas merupakan salah satu bukti benda yang menjadi sebuah cerita atau legenda maupun historis yang dapat dikenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *