Kerajaan Bali Beserta Dengan Benda Kuno Peninggalan Sejarahnya

Kerajaan Bali berada di sebuah pulau yang tidak jauh dari daerah Jawa Timur, tepatnya berada di sebelah timur Pulau Jawa. Bali memiliki hubungan yang erat dengan pulau Jawa. Ketika kerajaan majapahit runtuh, banyak rakyat Majapahit melarikan diri kemudia menetap di Bali. Hingga saat ini masih ada kepercayaan bahwa sebagai masyarakat Bali merupakan pewaris tradisi Majapahit.

Kerajaan ini adalah sebuah kerajaan yang berada di sebuah pulau berukuran kecil yang tidak jauh dari Pulau Jawa yang berada di bagian sebelah Timur. Kerajaan ini berada di sebuah pulau kecil yang dahulu dinamakan dengan Pulau Jawa. Kerajaan ini pada umumnya menggunakan kepercayaan berupa agama Hindu walau perkembangannya ternyata tidak hanya agama Hindu yang dominan, tetapi kepercayaan seperti animisme dan dinamisme.

Letak Kerajaan bali

Kerajaan bali merupakan sebuah kerajaan yang berada di sebuah pulau kecil yang tidak jauh dari Jawa Timur. Kerajaan ini bercorak agama Hindu. Bali ini juga memiliki hubungan erat dengan pulau Jawa yang letak kedua pulau ini berdekatan. Bali juga dikenal sebagai “Pulau Dewata” sebelum kedatangan majapahit. Di mana dahulunya terdapat sebuah kerajaan majapahit yang pertama kali di Bali, yaitu sekitar 914 Meter yang diketahui dari sebuah prasasti yang ditemukan pada desa Blanjong dekat Sanur yang memiliki pantai matahari terbit.

Prasasti tersebut berangka tahun 836 saka yang menyebut nama raja “Khesari Warmadewa” yang memiliki istana di Singhadwala.

Penyebab Reruntuhnya Kerajaan Bali

Dikisahkan pada seorang raja Bali yang saat itu bernamakan Raja Bedahulu atau dikenal sebagai Mayadenawa yang memiliki seorang patih ang sakti bernama Ki Kebo Iwa. Kedatangan Gajah Mada kerajaan majapahit di Bali ialah ingin menaklukan Bali di bawah pimpinan Kerajaan Majapahit, tetapi karena tidak mampu patih Majpahit mengajak Ki Kebo iwa ke Jawa disana disuruh membuat sumur dan setelah sumuritu selesai Ki Kebo Iwa di kubur hidup-hidup dengan tanah dan batu.

Kehidupan Ekonomi di kerajaan bali

Masyarakat bali dititikberatkan pada sektor pertanian, di mana hal ini didasarkan pada beberapa prasasti Bali yang memuat hal ini berkaitan dengan kehidupan bercocok tanam. Istilah ini, antara lain sawah parlak (sawah kering), kebwan (kebun), gaga (ladang), serta kasuwakan (irigasi). Di luar kegiatan pertanian ini, masyarakat Bali ditemukan kehidupan sebagai berikut, seperti:

  • Pande (Pandai = perajin)

Mereka yang memiliki kepandaian membuat kerajinan perhiasan dari emas dan perak, membuat perlatan rumah tangga, alat pertanian, dan senjata.

  • Undagi

Mereka yang meiliki kepandaian memahat, melukis, serta membuat bangunan.

  • Pedagang

Pedangan pada masa kerajaan Bali Kuno ini dibedakan atas pedagang laki-laki (wanigrama) dan pedagang perempuan (wanigrami). Di mana mereka sudah melakukan perdagangan antar pulau (Prasasti Banwa Bharu).

Peninggalan Kerajaan Bali

Kerajaan Bali ini memberikan beberapa peninggalan kerajaan, seperti prasasti Blanjong, Panglapuan, Gunung Panulisan, prasasti peninggalan Anak Wungsu, Candi Padas di Gunung Kawi, Pura Agung Besakih, Candi Mengening, Candi Wasan, dan masih banyak lagi.

Nah itu dia beberapa peninggalan kerajaan Bali yang wajib kalian ketahui. Benda kuno dan peninggalan sejarak kerajaan Bali ini merupakan salah satu bukti bahwa adanya sebuah kisah atau kejadian sejarah yang pernah terjadi di masa lalu. Benda kuno ini disimpan untuk menyimpan sebuah histori cerita kisah yang terjadi di masa lampau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *