Deretan Peninggaalan Sejarah Bercorak Buddha

Deretan Peninggaalan Sejarah Bercorak Buddha

Di Indonesia pada abad ke-7, agam buddha telh menjadi agam resmi kerajaan Sriwijaya di Sumatera Selatan dan kerajaan Syailendra di Jawa Tengah. Sebagai agama terbesar, agam Buddha ini meninggalkan jejak sejarah yang sampai sekarang masih dapat kita saksikan. Apa saja sih peninggalan sejarah yang bercorak Buddha? Simak daftar barang kuno peninggalan sejarah Buddha di bawah ini.

Daftar Benda Kuno Peninggalan Sejarah bercorak Buddha

1. Candi

Candi merupakan bangunan suci yang menjadi tempat pemujaan para dewa. Dalam agama Budha ini, candi dijadikan sebagai tempat ritual untuk berdoa kepada Sang Buddha. Dari beragam banyak candi yang ada, yang termasuk candi bercorak Buddha adalah Candi Sewu, Plaosan, Mendut, Sari, Pawon, dan Borobudur (semua di Jawa Tengah); Candi Jago dan Tikus(Jawa Timur); dan Candi Muara Takus (Sumatera Selatan), dan lain sebagainya.

Candi Budhdha umumnya ditemukan stupa serta patung sang Buddha. Stupa merupakan bangunan dari batu untuk menyimpan arca Buddha. Bangunan candinya biasanya terdiri dari 3 tingkatan, di mana bangunn bagian dasar disebut arupadatu. Kamadatu melambangkan hidup yang penuh dosa. Rupadatu melambangkan hidup yang sudah bisa menghindari nafsu, tetapi masih terikat pada duniawi. Dan sedangkan Arupadatu melambangkan hidup sempurna mencapai nirwana.

2. Arca

Selanjutnya adalah patung yang dibuat untuk keperluan ritual keagamaan. Buddha ditemukan berupa arca Sang buddha Gautama dan Arcadewa-dewwi perwujudan Buddha dan Boddhisatwa, seperti arca Prajnaparamita. Candi Sewu, Plaosan, Mendut, Sari, Pawon, dan Borobudur (semua di Jawa Tengah), Candi Jago dan Tikus (Jawa Timur), dan Candi Muara Takus (Sumatera Selatan), dan lainnya. Arca memiliki ciri-ciri hidungnya mancung, telinga lebar dan panjang, bahu lebar, rambut ikal disanggul ke atas, ekspresi wajah damai.

3. Prasasti

Dokumen yang ditulis pada bahan yang keras ini, seperti batu atau logam. Penemuan prasasti menjadi tanda berakhirnya masa prasejarah karena masyarakat sudah mengenal tulisan. Di Sumatera, ditemukan sebuah prasasti peninggalan Buddha. Seperti Prasati Telaga Batu, Prasasti Talang Tuwo, Prasasti Kedukan Bukit, Prasasti Karang Brahi, dan Prasasti KotaKapur. Prasasti-prasasti ini isinya berhubungan dengan Kerajaan Sriwijaya.Prasasti Telaga Batu merupakan prasasti tertua abad ke-6.

4. Karya Sastra

Dan yang terakhir adalah sebuah karya sastra peninggalan sejarah yang bercorak Buddha, antara lain Kitab Nagarakretagama, Sutasoma, Pararaton, Ranggalawe, dan Arjuna Wiwaha. Kitab Nagarakretagama ditulis oleh Mpu Prapanca pada 1365. Mpu Prapanca merupakan nama samaran. Berdasarkan analisa sejarah, nama aslinya adalah Dang Acarya Nadendra, seorang pembesar urusan agama Buddha di Istana kerajaan Majapahit.

Kitab Sutasoma ditulis oleh Mpu Tantular antara tahun 1365 dengan 1389 pada masa kejayaan Majapahit dibawah Hayam Wuruk. Salah satu petikan dari Kitab Sutasoma yang sangat terkenal adalah “bhinneka tunggal ika” dalam Pancasila. Salah satu amanat dari Kitab Sutasoma adalah mengajarkan toleransi antar agama.

Kitab Pararaton ditulis antara tahun 1481 sampai 1600 dan tidak diketahui siapa penulisnya. Kitab ini berisi silsilah kerajaan Singhasari dan Majapahit.

Itu dia beberapa bukti barang kuno peninggalan sejarah bersorak Buddha yang sudah ada sejak zaman dahulu. Barang kuno yang ada di atas ini merupakan sebuah bukti peninggalan sejarah agama Budha pada saat dahulu ada. Dengan benda kuno ini, kalian akan mengetahui kejadian peristiwa bagaimana agama Buddha ini bisa ada dan berdiri bahkan menjadi salah satu agama yang diakui di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *