Benda Kuno Kerajaan Majapahit Ditemukan di Trenggalek

Benda Kuno Kerajaan Majapahit Ditemukan di Trenggalek

Indonesia memiliki beragam sejarah dan berbagai kisah kerajaan yang masa lalu ada di Indonesia ini. Hal sejarah ini tidak dapat dipungkiri, bahwa hal itu sebelumnya pernah terjadi. Karena sudah banyaknya beragam benda kuno yang kita temukan di sekeliling wilayan tanah air kita, yang sebagian besar berada di wilayah Jawa. Salah satunya adalah sama halnya dengan benda kuno yang ditemukan di kabupaten Trenggalek, Jawa Tengah ini.

Beberapa lalu ada warga yang berada di area persawahan Panggul, Trenggalek menemukan sejumlah peralatan rumah tangga kuno yang berbahan material keramik di area persawahan Panggul. Selain itu warga juga menemukan beberapa uang, sumur serta lesung batu kuno.

Benda-benda kuno yang telah ditemukan warga di area persawahan Dusun Jati, Desa Gayam, Kecamatan Panggul ini antara lain, berupa mangkuk, cupu, gelang, kelintingan, uang kepeng serta berbagai pecahan gerabah. Sedangkan warga juga menemukan beberapa benda kuno di lokasi sawah yaitu benda kuno berukuran besar berupa sumur dan lesung batu.

“Benda-benda ini ditemukan pekerja saat melakukan penggalian tanah untuk pembuatan batu bata, karena pemilik lahan adalah saya, akhirnya diserahkan ke saya. Kalau benda-benda seperti ini sebetulnya dulu juga pernah ditemukan tapi sebagian sudah dijual,” kata pemilik lahan, Sumono pada hari Jumat, 1 Desember 2019.

Benda-benda keramik yang ditemukan warga ini rata-rata memiliki warna polos, seperti telur bebek maupun coklat muda. Namun pada salah satu mangkuk terdapat gambar timbul yang menyerupai dua buah ikan. Sedangkan uang kuno yang ditemukan terdiri dari berbagai macam jenis, ada yang bertuliskan huruf China, Arab serta Jawa. Dia menyebutkan, sebelum penemuan yang kedua ini, pihak ini juga pernah menemukan uang kuno dalam jumlah besar, namun seluruhnya telah dijual kepada kolektor benda antik.

“Dahulu itu kami anggap ya benda-benda biasa. Uang-uang kepeng seperti ini dulu banyak sekali, ada kalau 50 kg. Tapi sudah dijual Rp 250 ribu/kg,” ujarnya.

Sumono menjelaskan, temuan benda-benda kuno tersebut berada di kedalaman tanah satu meter. Selain di area persawahan, warga lain juga banyak menemukan benda-benda sejenis di pekarangan maupun daerah sekitarnya.

Sementara Kasi Pelestarian Sejarah Tradisi dan Cagar Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparibud) Trenggalek, Agus Prasmono, mengatakan benda-benda kuno tersebut diduga peninggalan masyarakat China pada era jaman kerajaan Majapahit.

“Untuk kepastiannya dari dinasti apa, masih dibutuhkan sebuah penelitian lebih lanjut oleh tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). Ini segera kami laporkan agar ditindaklanjuti,” kata Agus.

Dia menjelaskan temuan benda kuno dari keturunan etnis China di pesisir selatan tersebut ini menjadi sebuah penemuan menarik. Pihaknya menduga pada era Majapahit, wilayah pesisir selatan Trenggalek terjadi akulturasi dengan perantau China.

Hal tersebut juga dibuktikan sebagai adanya sejumlah pemakaman China di wilayah Desa Gayam, Kecamatan panggul. Yang ada sebuah kemungkinan di sekitar lokasi penemuan tersebut adalah kawasan permukiman kuno. Dan terkait dengan adanya produk China itu kita belum tahu jalurnya mana. Apakah melalui jalur laut selatan, kalau iya berarti di sekitar sini adalah dermaganya untuk pendaratan,” jelas Agus.

Saat ini benda-benda kuno tersebut disimpan di rumah salah satu warga untuk diamankan. Rencananya tim BPCB akan turun langsung ke lokasi penemuan untuk melakukan sebuah proses penelitian lebih lanjut lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *